Alkenzie Tsaqifatul Neza

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Sekolah Yang Ku Rindukan Sejak Ada Corona-19

Sekolah Yang Ku Rindukan Sejak Ada Corona-19

Sekolah Yang Ku Rindukan Sejak Ada Corona-19

Oleh Alkenzie Tsaqifatul Neza

Halo teman teman semua nya... Kalian rindu sekolah kan?.

Maret 2021, tepat satu tahun berlalu corona-19 telah mewabah dan menjangkit di negeri kita. Akibatnya, berdampak pada kita selaku pelajar, pembelajaran daring dan belajar dari rumah.

Sejak ada Corona-19, kita tidak bisa berjumpa bersama teman baru, berjumpa dengan ustadzah dan wali kelas yang baru. Biasanya di hari pertama masuk sekolah, kita saling memperkenalkan diri secara langsung, saling bersalaman, saling bertegur sapa. Tetapi saat ini sangat berbeda, kita hanya bisa mengenalkan diri secara daring. Teman teman semua berdoa ya. Mudah mudahan Corona cepat hilang dari permukaan bumi, Aamiiin. Biar kita semua bisa pergi ke sekolah untuk belajar kelompok, atau bermain bersama dengan teman baru di sekolah.

Selama belajar di rumah, pembelajaran berlangsung secara daring. Kita belajar ditemani Laptop atau Handphone. Tidak ada teman sebangku yang dapat diajak diskusi Semua tugas dan pelajaran dikirim melalui media sosial. Suara ustadzah hanya dapat didengar dan dilihat melalui video pembelajaran, tidak bisa bertatap muka langsung. Terkadang melalui video call, namun waktunya terbatas. Bersua secara maya sebentar saja, sebatas menyelesaikan dan setoran hafalan Al-quran.

Di sekolah saya ada pelajaran Tahfiz. Saat setoran tahfiz harus menggunakan video call. Saat inilah saya dapat mendengar suara dan menatap wajah ustadzah secara maya. Sementara pelajaran yang lain, proses pembelajaran menggunakan WhatsApp group (WAG). Melaui WAG, ustadzah mengirimkan bahan pelajaran, tugas-tugas pelajaran serta meminta mengirimkan kembali hasil pekerjaan yang telah saya kerjakan.

Alhamdulillah, selama pembelajaran berlangsung secara daring, saya belajar dibimbing oleh Ayah dan Bunda saya. Sementara, teman yang setia menemani saya belajar adik saya bernama Adek Aiza yang masih balita. Berkat bimbingan kedua orang tua dan semangat senyum ceria dari adik Aiza, saya dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Walaupun demikian, tetap saya merindukan sekolah. Tentu sangat berbeda suasana belajar ketika belajar di rumah dengan belajar bersama teman-teman di sekolah. Belajar di rumah hanya menatap layar HP atau layar Laptop. Sebaliknya, banyak kenangan bersama jika kita di sekolah, seperti bisa ke kantin (jajan) bersama teman-teman, dan enaknya lagi bisa membaca buku di perpustakaan.

Syukur Alhamdulillah, sejak 4 Januari 2021 awal semester dua, sekolah saya sudah mulai dibuka kembali. Belajar sudah boleh di sekolah, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan, memakai Masker, manjaga Jarak dan memakai Sanitizer. Namun waktu belajar masih berbeda. Hari masuk sekolah bukan setiap hari, tetapi selang-seling. Satu hari tatap muka dan satu hari daring. Misalnya, minggu sekarang masuk sekolah Hari Senin – Rabu – Jum’at maka minggu depan masuk Hari Selasa –Kamis, dan seterusnya.

Akhirnya, saya masih dapat merasakan indahnya persahabatan, belajar dan bermain bersama teman-teman, berjumpa dan belajar langsung dengan ustadz dan ustadzah di sekolah. Namun ada hal yang berbeda, tidak dapat jajan bersama, karena memang kanting tidak boleh di buka.

Rindu akan sekolah masih dapat terobati. Semoga corona cepat berlalu. Pembelajaran kita kembali normal, serta kondisi negeri kita selamat dari musibah dan virus corona-19. Kita semua dalam keadaan sehat walafiat. Berharap semua doa dan pinta kita dikabulkan dan diijabah oleh Allah. Kita semua dilindungi oleh Allah. Aamiin ya rabbal aalamiin.

Profil Penulis:


Alkenzie Tsaqifatul Neza, lahir di Batam, 26 September 2019.

Sekolah Kelas 2 Saad bin Abi Waqas di SDIT At-Taubah Batu Aji Kota Batam.

Penulis bisa dihubungi melalui email: alkenzietsaqifatulneza@gmail.com; 085274132613 / 081363793583

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali